Sunday, April 24, 2011

ayt mau jiwang..


Teman...
Pada suatu ketika kita beriringan berbual mesra
Berbicara soal impian dan harapan
Berlagu melodi riang dan ceria
Menangisi perit dan derita

Bersama, kita mengejar dan menggapai bintang di langit
Yang tidak pasti akan menjadi milik kita
Walaupun ia tidak tergapai
Kita masih memegang utuh tali impian
Agar tidak terlepas dari genggaman

Perjalanan kita masih jauh
Menjadi harapan keluarga, nusa dan bangsa
Pernah kita mencipta impian untuk menggapai kejora bersama
Melangkah ke arah kejayaan bersama
Menghadapi rintangan yang datang
Pernah juga kita berbicara soal cinta
Soal pasangan igauan
Bagaimana menempuh alam dewasa
Yang tenyata cukup berliku

Andai kita tersungkur layu
Masih diharap sokongan bersama
Agar kembali berdiri teguh

Kita umpama pohonan kayu
Bersaingan mencambah daun menghijau
Mengharap sinaran cahaya
Namun masih berkait lengan
Menuju ke puncak bersama

Kini impian yang dahulunya bagai bulan dan bintang
Kian terdampar di lelangit bumi
Tali yang digenggami kian longgar
Menunggu waktu dilepaskan
Pohonan kayu yang utuh kian rapuh
Tiada lagi bualan mesra, impian dan harapan, melodi ceria atau tangisan derita
Semuanya lenyap...bagai bulan di air...


Sendu lara

Dahulu kau ku puja
Dahulu kau ku rindu
Ketika indah semuanya
Bersama menghirup haruman bayu

Kini aku kau lupa
Kini aku kau sisihkan
Tiada keperluan
Bagai sarap yang hina

Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara

Dahulu aku kau sayangi
Dahulu aku penawar duka
Pengubat rindu di hati
Menjadi teman yang setia

Entah mengapa...
Kini aku kau benci
Kini aku kau sakiti
Bagai mimpi yang buruk
Yang ingin kau hindari

Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara...
 

Lukisan realiti


Sejenak ku terbayang masa lalu

Bagai camar terbang tinggi

Di awan di langit membiru

Bebas memburu rindu


Mencari bayangan sinar harapan

Mewarnai sayap yang belum terlukis

Wajah kerinduan


Kini hadir bayangan itu

Bersama sinar yang diharapkan

Menjadi lukisan realiti

Terpahat di sayap tunjang hidupku

Membawaku terbang di awangan indah

Beriringan mencari destinasi

Betapa bahagia tidak terucap

Oleh hati yang berbunga

Mekar mewangi menghiasi
Taman asmara

Inginku tetap beriringan
Bersamamu menuju
Destinasi akhir kehidupan
Walau menuju ke dasar
Mahupun meninggi di awan

Tiadaku sanggup memadammu
Dari terlukis disayapku
Tetap tergambar wajahmu
Mewarnai lukisan realiti cintaku...

No comments:

Post a Comment